Proyektor video pada dasarnya menggunakan sinyal video sebagai mediasi dalam menampilkan gambar pada layar proyeksi dengan menggunakan sistem lensa. Semua proyektor video menggunakan cahaya yang begitu terang untuk memproyeksikan gambar, dan pada perkembangan terkini sudah mampu membetulkan lekukan, lengkungan, gambar kabur, dan berbagai tampilan yang tidak konsisten lainnya melalui setingan secara manual.
Proyektor ini juga mampu ditempatkan ke dalam lemari kaca yang akhirnya membentuk sebuah televisi, dimana televisi jenis ini disebut rear-projection television atau RPTV. Televisi jenis ini mempunyai kemampuan untuk menampilkan sistem bentuk tertentu yang untuk sekarang ini lebih dikenal dengan aplikasi “home theater”.
Tampilan yang biasa dihasilkan oleh proyektor ini dapat mencapai resolusi yang dikenal SVGA (800 x 600pixels), XGA (1024 x 768pixels), 720p (1280 x 720pixels), dan 1080p (1920 x 1080pixels). Sebuah harga eksistensi dari proyektor dapat dinilai bukan hanya dari resolusi, melainkan juga dari cahaya yang dikeluarkan, keluaran suara, kekontrasan, dan berbagai nilai karakteristik lainnya.
Untuk proyektor video yang ada pada masa kini pada umumnya lebih mengedepankan performa proyektor dengan ketajaman gambar, dimana fitur tampilan proyektor cocok untuk ruangan gelap tanpa cahaya seperti basement. Sementara itu untuk proyektor yang mempunyai tampilan yang lebih terang, lebih diproyeksikan bagi para konsumen yang ingin menikmati hasil proyeksi ke atas bidang yang lebih lebar.
Untuk lebih mengenal akan sebuah proyektor video, maka berikut adalah berbagai jenis proyektor video yang telah diproduksi, diantaranya adalah:
  • CRT projectors
  • LCD projectors
  • DL projectors (DLP)
  • Lcos.
Share To:

Unknown

Post A Comment:

0 comments so far,add yours