Proyektor slide adalah sebuah peralatan yang bekerja secara opto mekanik (opto-mechanical device). Sedangkan arti dari mekanisme opto ini sendiri merupakan penampilan gambar yang terefleksikan dari perubahan datangnya cahaya.
Proyektor slide bergantung pada empat hal yang utama, yaitu cahaya lampu yang berasal dari kipas elektrik pendingin atau sumber cahaya lainnya, reflektor dan kondensitas lensa yang menuju slide, penyanggah untuk slide dan sebuah fokus lensa. Penampang penghubung antara lensa kondensitas dan slide biasanya berbentuk rata, serta mampu menyerap panas.
Proyektor slide memang kehadirannya mampu memberikan solusi dari pada kemudahan dan keinginan akan sebuah presentasi yang terbaik. Ada beberapa jenis proyektor slide yang telah beredar dipasaran diantaranya carousel slide projectors, dual slide projectors, single slide projectors, viewer slide projectors, slide cube projectors, dan stereo slide projectors.

PROYEKTOR CAROUSEL SLIDE     
Proyektor jenis ini merupakan proyektor film yang umum digunakan diberbagai kalangan dalam menampilkan slideshows. Rangkaian film yang memegang dan mengatur film berbentuk lingkaran, dimana biasanya berisikan film berukuran 20mm, 36mm, 80mm, atau 140mm. Namun untuk film yang paling umum digunakan pada proyektor ini berukuran 35mm.
Dalam setiap rangkaian yang ada ini terpasang dengan slide terbalik guna menampilkan gambar yang benar atau tidak terbalik. Didalam mekanisme proyektor ini terdapat stepper motor  yang berfungsi untuk menggerakan rangkaian film yang ada. Stepper motor ini bertujuan mendorong rangkaian film yang sudah ditampilkan dan tergantikan dengan slide film selanjutnya. Dimana slide film selanjutnya ini terdorong oleh stepper motor kedalam zona pancaran lensa.

PROYEKTOR SLIDE CUBE  
Proyektor slide cube merupakan tipe proyektor slide yang hadir dengan sistem tersendiri. Sistem slide cube pertama kali nampak pada sekitar tahun 1980an, yang merupakan hasil inovasi dari Bell & Howell. Nama slide cube sistem ini sendiri berasal dari slide plastik kubus yang tersimpan didalam sistem.
Kubus ini berukuran 5.5 cm untuk tiap dimensinya, dimana ukuran ini sedikit lebih besar dari slide pada umumnya. Kubus ini mampu memuat sekitar 36 hingga 44 tampilan slide, dimana kapasitasnya tergantung pada tebal slide yang ada. Tidak seperti rangkaian pada proyektor carousel, kubus ini tidak terpisah dan bertumpuk antara satu dengan yang lainnya.
Mekanisme dari mesin ini bergantung pada jatuhnya slide dari kubus yang terisi kedalam piringan bundar yang tersedia. Piringan ini berbentuk tipis dari pada slide dan piringan ini hanya mampu menerima satu slide untuk dihantarkan kedepan, untuk selanjutnya menemui tahap sebelum ditampilkan, lalu menuju bidang proyeksi, dan terakhir kembali kepada kubus yang telah terpakai dan berputar ke dalam jalur selesai proyeksi.
Proyektor ini terkenal dan sangat digemari ketika harga kubus lebih murah dari tipe carousel. Bukan hanya harga, proyektor carousel juga dikalahkan dari segi kepadatan penyimpanan film slide, dimana dalam 16 sampai 20 kubus dapat menyimpan hingga 640 slide, dan jauh tidak sebanding dengan proyeksi carousel yang hanya mampu menampung 140 slide. Selain itu lebih mudah mengedit film dengan menggunakan proyektor slide cube dari pada proyektor carousel.
Namun dalam perkembangannya, proyektor slide cube menemui banyak kesulitan dalam beberapa hal dan akhirnya tergantikan oleh tekhnologi yang telah berkembang. Diantara hal–hal  penghambat pada proyektor slide cube adalah tidak mampunya memuat slide yang lebih banyak dari pada satu buah slide. Kelemahan mendasar pada kekuatan kubus itu sendiri, serta sistem yang terus berkembang memaksa sistem slide cube terpojokan dan sudah tidak lagi realistis untuk dikembangkan.
Share To:

Unknown

Post A Comment:

0 comments so far,add yours