April 2015
Remember the days when presentations before an audience consisted of boring lectures told from a podium while someone clicked slides or moved transparencies? The world has changed. Both in education and business, presentations are now more visual, more interesting, more dynamic.
And the furniture industry has jumped on board. No longer do you need a second person to run that Power Point projector for you. No more turning around to make sure he/she switched the slides at the right time. You can do it all yourself with a projector cartsomething no university lecture hall, conference center, or meeting room should be without.
So what exactly is a projector cart? We found an excellently designed projector cart from Versa Tables, called the Projector Fusion Laptop Cart. Available in two colors and for under $300, the Projector Fusion Laptop Cart provides four distinct surfaces designed to help you keep your presentation organized. The first is an adjustable, pole-mounted laptop tray with a raised lip and locking mechanism to keep your laptop securely where it should beat your fingertips! Adjust the laptop for your most comfortable standing or seated height and control the laptop yourself. In addition, the cart also offers three more adjustable platforms constructed from high-density wood; ideal for holding a projector, printed handouts, visual aids, and more. The frame is made of scratch-resistant steel and the entire cart is mounted on liquid-ease rolling casters. The casters also lock, keeping your cart in place even on uneven surfaces.
Base storage trays and cable management units can be added for a nominal charge giving you even more storage space and easier cable organization. The carts fit easily into a closet or storage space when not in use. The platforms can be added or removed as needed and adjust independently, giving the user the option to customize according to the needs of his/her presentation. The platforms, as well as the laptop tray, also rotate around the core pole, so they’re perfect for right-handers or left-handers.
Show the speakers you invite to your venue that you care about their comfort by providing them with everything they need to give a successful presentation.
Podiums are great for debates, but with today’s business and education trends leaning toward the visual, a laptop fusion cart is perfect for any speaker. They’re also ideal for trade shows, medical offices, and retail stores.
Several manufacturers of computer furniture are now offering similar products, but Versa Tables’ Projector Laptop Fusion Cart carries Versa’s no-hassle, lifetime warranty, and ships for absolutely free to any customer in the contiguous United States. Versa also offers a quantity discount on this productlike all of their productswhich is a great bonus for institutions like hotels, conference centers and universities which need to furnish multiple lecture halls or meeting rooms.
Available in Warm Gray or Black River, the colors are pleasing to the eye. An additional pole-mounted monitor arm can be added for a fee, but the cart is truly functional without it.
In this day and age, getting what you want in terms of shopping has never been easier, and one of the top reasons as to why that is due to the prevalence on Online Office Equipment Shopping Store at klikoffice.co.id. You’ll find that shopping online, especially in the Jakarta, is a great experience, and once you make your first online purchase, you can be sure that it is probably not your last.

One of the reasons why Online Office Equipment Shopping Store at klikoffice.co.id in the Jakarta has taken off is due to the amount of crowding that is present in many of the larger cities. London, for example, is the most populous city in the world, as well as one of the most congested. Many Jakarta citizens are finding that it is a great deal more convenient to shop online rather than brave the crowds. Whether they are in a situation where moving around out of doors is difficult or uncomfortable or they are simply tired of the crowds and the congestion, shoppers in the Jakarta have found plenty of reasons to have their goods brought directly to their doors.

Online Office Equipment Shopping Store at klikoffice.co.id has brought many goods that are difficult to find locally to Jakarta citizens. Online Office Equipment Shopping Store at klikoffice.co.id allows shoppers to find exactly what they are looking for, whether it is a perfect gift for that hard to please relative or the ideal accent to their tastefully decorated home, they can find it online. They no longer have to trudge from store to store and then find a way to get it back to their house. Online Office Equipment Shopping Store at klikoffice.co.id will deliver their goods in a timely and efficient manner, something that is far preferable to having to arrange transport. Many online stores offer discounts in shipping when multiple items are ordered at once, and many people are taking advantage of this, resulting in an Online Office Equipment Shopping Store at klikoffice.co.id boom.

When you make the decision to shop online, you can rest assured that the majority of the sites out there that you are giving your money to are quite safe. It is important to remember, though, that it never hurts to be careful, and that when you are shopping online, you are essentially putting secure information out into a network beyond your control. However, the Jakarta market has taken steps to prevent their citizens from being scammed; you’ll find plenty of sites online that are geared to Jakarta shoppers and shops that list different business as having excellent safety standards. Take a look at the directories that will tell you about the safest place to stop and make sure that you never have to deal with the headache of a stolen credit card number.
Always remember to check the page for the secure padlock to ensure it is secure and when buying online try to use a credit cart as this way even in the extremely rare case that your details were stolen the bank would cover any costs an erroneous billings.
Shopping online in the Jakarta has really taken off, so take the opportunity to find out why. Shopping has never been more convenient or more safe!

Transparency projector adalah suatu proyektor yang menggunakan slide dari kertas atau plastik transparan kemudian diletakkan di kaca proyektor untuk disorotkan cahaya sehingga mampu menampilkan gambar yang diinginkan pada layar. Untuk menampilkan gambar di layar, slide harus dipasang terbalik karena bayangan yang dihasilkan proyektor ini adalah nyata, terbalik, dan diperbesar. Proyektor jenis ini terdiri dari banyak jenis proyektor diantaranya:
  • Movie projector
  • Slide projector
  • Over head projector
  • Magic Lantern

Proyektor video pada dasarnya menggunakan sinyal video sebagai mediasi dalam menampilkan gambar pada layar proyeksi dengan menggunakan sistem lensa. Semua proyektor video menggunakan cahaya yang begitu terang untuk memproyeksikan gambar, dan pada perkembangan terkini sudah mampu membetulkan lekukan, lengkungan, gambar kabur, dan berbagai tampilan yang tidak konsisten lainnya melalui setingan secara manual.
Proyektor ini juga mampu ditempatkan ke dalam lemari kaca yang akhirnya membentuk sebuah televisi, dimana televisi jenis ini disebut rear-projection television atau RPTV. Televisi jenis ini mempunyai kemampuan untuk menampilkan sistem bentuk tertentu yang untuk sekarang ini lebih dikenal dengan aplikasi “home theater”.
Tampilan yang biasa dihasilkan oleh proyektor ini dapat mencapai resolusi yang dikenal SVGA (800 x 600pixels), XGA (1024 x 768pixels), 720p (1280 x 720pixels), dan 1080p (1920 x 1080pixels). Sebuah harga eksistensi dari proyektor dapat dinilai bukan hanya dari resolusi, melainkan juga dari cahaya yang dikeluarkan, keluaran suara, kekontrasan, dan berbagai nilai karakteristik lainnya.
Untuk proyektor video yang ada pada masa kini pada umumnya lebih mengedepankan performa proyektor dengan ketajaman gambar, dimana fitur tampilan proyektor cocok untuk ruangan gelap tanpa cahaya seperti basement. Sementara itu untuk proyektor yang mempunyai tampilan yang lebih terang, lebih diproyeksikan bagi para konsumen yang ingin menikmati hasil proyeksi ke atas bidang yang lebih lebar.
Untuk lebih mengenal akan sebuah proyektor video, maka berikut adalah berbagai jenis proyektor video yang telah diproduksi, diantaranya adalah:
  • CRT projectors
  • LCD projectors
  • DL projectors (DLP)
  • Lcos.

Magic lantern adalah mesin awal dari prototipe slide proyektor modern. Beberapa pihak mengklaim bahwa ide awal magic lantern berasal dari China pada abad ke-2. Pelansir dari fakta bahwa magic lantern telah ditemukan sejak masa itu adalah Jesuit Athanasius Kircher didalam bukunya Ars Magna Lucis et Umbrae, yang dipublikasikan sekitar tahun 1671.
Jesuit Athanasius Kircher menggambarkan peralatan yang menggunakan lampu minyak dan lensa, lalu memproyeksikan kaca yang bergambar ke layar yang telah disesuaikan dengan gambar. Berdasarkan penemuan awal ini, para ahli fisika memodifikasinya dengan menggunakan optik yang telah dikembangkan. Penyempurnaan dari alat ini dilakukan pada beberapa waktu selanjutnya.
Pada awalnya sistem optik yang diterapkan magic lentern masih sangat sederhana, dimana hanya memerlukan satu lensa yang terfokus pada jarak tertentu. Seiring dengan perkembangan lensa optik, maka penggunaan lensa optik pada magic lentern mampu menampilkan gambar yang lebih tajam dari pada sebelumnya.
Pada abad ke-19 beberapa kelompok penjual barang nomaden melakukan beberapa perdagangan, dengan beberapa penduduk dari daratan Inggris. Kaum nomaden ini terbiasa melakukan beberapa tampilan slideshows dengan menggunakan magic lantern, untuk menampilkan beberapa gambar kota di Eropa.
Setelah perkembangan penggunaan beberapa lensa yang diaplikasikan ke dalam magic lantern, maka tekhnologi ini berlanjut kepada aneka ragam proyektor hingga yang ada pada masa kini.
Beberapa jenis Magic lantern
Magic lantern mempunyai beberapa tipe, diantaranya berbahan besi, kayu dan jenis magic lentern yang mempunyai dua buah lampu atau disebut Bi-unial Lantern. Perbedaan penggunaan bahan dasar yang menjadikan mereka terbagi ke dalam klasifikasi baru dari magic lantern ini, dikembangkan diberbagai negara.
Hal ini dikarenakan bahan lokal yang tersedia dimasing-masing negara mempunyai nilai tersendiri. Bahan dasar besi menjadi tidak berarti banyak untuk sebagian penduduk negara. Sedangkan bahan dasar kayu sangat dihargai oleh penduduk negara tersebut.
Metal bodied lantern
Lentera jenis ini merupakan kelas terendah dari magic lantern. Umumnya lentera ini terbuat dari besi tipis yang melekat di seluruh badan lentera. Sedangkan untuk bahan lensa dari lentera jenis ini menggunakan bahan dasar kuningan. Lentera dengan rancangan seperti ini biasanya pada masa itu digunakan sebagai keperluan lentera rumah.
Penggunaan lampu minyak dalam lentera ini diikuti dengan cerobong asap untuk mengalirkan hawa panas lampu minyak ke atas. Cerobong asap yang ada pada lentera ini berbentuk lurus, dan merupakan penyempurnaan dari cerobong asap sebelumnya yang mengarahkan sinar lentera untuk tetap fokus.
Tipe termahal dan terbaik dari lentera jenis ini adalah lentera yang berasal dari Russia. Model ini bernama Russian iron. Untuk beberapa tipe tertentu yang berwarna abu–abu atau biru mempunyai ketahanan terhadap karat.
Lentera ini pada masanya dijual terpisah dari optik lensanya. Lensa ini sering kali merupakan produk yang tersendiri, dimana banyak produsen menaruh logo atau merek diatas benda ini.
Wooden bodied lanterns
Lentera jenis ini merupakan lentera termahal pada zaman Victoria. Adanya seni pahat yang fenomenal dan sangat bernilai, merupakan faktor pendongkrak harga dari lentera jenis ini.
Lentera ini biasanya terbuat dari bahan kayu berkualitas seperti kayu mahoni atau kayu sejenis pohon kenari yang telah dipoles sedemikian rupa. Ada beberapa jenis wooden bodied lanterns yang dibuat dengan artistik mempunyai lekukan cerobong yang banyak. Selain mempunyai nilai artistik yang tinggi, cerobong ini juga mampu meredam peningkatan hawa panas yang disebabkan oleh sumber cahaya dari lampu minyak.
Bi-unial lanterns  
Lentera ini lebih dikenal sebagai biunial lantern, dikarenakan mempunyai dua mekanisme kerja dalam satu kinerja (two in one mechanism). Instrument ini dapat menghadirkan efek khusus ke layar. Dengan piranti ini, gambar yang diproyeksikan mampu menghadirkan efek kejut (seperti keadaan siang hari dapat digantikan ke keadaan malam hari).
Lentera ini bukan hanya menyediakan dua mekanisme kerja dalam satu kesatuan kerja, melainkan juga dapat memberikan hasil gambar yang lebih kompleks. Umumnya untuk menghasilkan gambar yang lebih kompleks dibutuhkan kinerja yang lebih dari dua yaitu tiga mekanisme di dalam satu lentera (three in one lentern). 

Proyektor jenis ini merupakan proyektor yang umumnya digunakan pada presentasi biasa seperti perkuliahan. Proyektor terdiri dari kotak besar yang berisikan lampu yang sangat terang dan kipas pendingin. Sedangkan tranparansi layar yang ada di atas lensa fresnel adalah tempat untuk materi yang akan diproyeksikan.
Sejarah perkembangan proyektor overhead
Proyektor overhead pertama kali digunakan pihak kepolisian dalam melakukan tugas mengindentifikasi seseorang. Pada saat itu mereka menggunakan cellophane atau kertas kaca berlipat yang berukuran 9 inch untuk menampilkan karateristik wajah seseorang.
Pihak yang pertama kali menggunakan proyektor adalah tentara nasional Amerika pada tahun 1945, sebagai alat proyeksi dalam suatu training untuk meredakan perang dunia ke-2. Sejak itu proyektor mulai digunakan sebagai tujuan pendidikan dan bisnis pada sekitar tahun 1950 dan awal 1960an.
Produsen terbesar dari proyektor overhead pada masa ini adalah 3M company. Namun ketika permintaan proyektor mulai berkembang dengan pesat, kekuasaan pasar mulai beralih kepada Buhl industries pada tahun 1953. Perusahaan ini kemudian merajai dunia lensa proyektor untuk beberapa tahun kemudian.

Tiga macam tipe dari proyektor overhead:  
a)      Stage overhead projector
Proyektor ini berukuran agak besar dan mempunyai kabel sumber tenaga yang agak tersembunyi. Sumber sinar lampunya berada pada dasar kotak yang memancarkan ke atas kaca transparan, dimana sinar ini merefleksikannya ke lensa yang mengarah ke layar.
Keuntungan dari proyektor overhead ini adalah tampilan gambar yang lebih dari cukup. Kekontrasan dan pencahayaan gambar cukup sesuai untuk tampilan presentasi yang diinginkan. Tampilan warna yang sesuai komposisinya dengan materi yang akan dipresentasikan. Selain itu, banyak tersedianya suku cadang yang sesuai dengan stage projector overhead di pasaran, juga patut dijadikan keuntungan dari proyektor jenis ini.
Selain keuntungan, proyektor stage projector overhead, juga memiliki beberapa kendala seperti berat proyektor yang terlalu signifikan sehingga tidak mudah untuk dipindahkan.  
 b)      Portable overhead projector
Proyektor portable overhead mempunyai bentuk dapat dilipat dan mempunyai penutup. Sumber cahayanya berada pada kepala unit, yang memancar ke bidang transparan. Kemudian bidang transparan tersebut merefleksikannya ke arah lensa yang terfokus dan memantulkannya ke arah layar tampilan.
Ada beberapa kelebihan dari proyektor portable overhead, seperti tampilan gambar yang lebih terang, tersedianya kemudahan mendapatkan suku cadang lampu pancar, serta kemudahan proyektor untuk dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya atau portable.
 c)      Briefcase ovrhead projector
Proyektor ini mempunyai kemiripan rupa dengan bentuk portable overhead projector. Namun, keadaan bidang transparan haruslah disesuaikan dengan keadaan materi yang akan diproyeksikan. Bila mana peletakan materi yang akan diproyeksikan tidak sesuai, maka tampilan gambar akan tidak nampak.
Beberapa saran untuk materi kertas transparan
Ada beberapa saran yang setidaknya menjadi acuan dalam menulis materi yang akan diproyeksikan oleh overhead projectors, diantaranya:
* Gunakanlah karakter huruf besar dalam materi yang akan disajikan, termasuk materi table dan grafik.
* Hindari penggunaan karakter huruf yang beragam, seperti Times New Roman, Old English, atau  Parisian. Biasanya kita akan melihat tampilan halaman web site tertentu terlihat cantik dengan karakter huruf ini. Namun, bila kita mengimplementasikan karakter huruf seperti ini untuk materi yang akan diproyeksikan, maka tampilan huruf akan kurang jelas dan kabur.
*  Buatlah semua garis, batas pemisah, grafik atau tampilan garis lainnya dengan menggunakan garis yang lebar (setidaknya mencakup 2 pixels).
*  Formatlah halaman materi yang akan ditampilkan dengan pengaturan pada lebarannya, bukan pada tingginya.
*  Aturlah jarak halaman sekitar 8" x 10". (Pengaturan jarak ini diperlukan, karena untuk normalnya bidang transparan mempunyai lebar 10" x 10".)

Proyektor CRT adalah proyektor video yang menggunakan teknologi  CRT atau Cathode Ray Tube (tabung gambar) sebagai elemen pembangkit gambarnya. Tampilan yang ada difokuskan dan dibesarkan kepada bidang layar menggunakan lensa untuk selalu berada di depan CRT. Proyektor CRT termodern yang ada pada saat ini mempunyai tampilan yang berwarna dan mempunyai CRT yang terpisah (meskipun CRT hanya mampu mengakomodir satu jenis warna saja) dan tiap lensa menerima warna yang ada.
Tiga warna utama yaitu merah, hijau, dan biru diterima dari video yang datang lalu disalurkan kepada tiap CRT. Gambar yang ada difokuskan oleh lensa mereka untuk mencapai keseluruhan gambar pada layar.
Ada berbagai macam rancangan yang tersedia untuk CRT yang ada dipasaran pada masa sekarang ini, termasuk proyektor langsung dengan menggunakan rancangan lensa CRT. Selain itu juga tersedia berbagai Schmidt-CRT, yang menggunakan layar fosfor sebagai layar penampilnya.
Ada begitu banyak sisi keuntungan maupun kelemahan dari proyektor CRT ini. Berikut keuntungan ekonomis maupun sisi kelemahan dari projector CRT.

  • CRT pada umumnya mempunyai usia pakai yang lebih lama dari pada penggunaan layar lainnya.
  • Mampu mengakomodasi resolusi yang terendah sekalipun. Bukan hanya resolusi melainkan juga mampu mengakomodir rendahnya pencahayaan ataupun kecilnya gambar.
  • Hanya diperlukan satu kali rancangan dan membutuhkan sedikit perawatan, tidak seperti proyektor yang menggunakan lampu.
  • Kadar kehitaman yang begitu tajam sehingga apa yang ditampilkan merupakan warna hitam yang sebenarnya, bukanlah warna abu–abu gelap.
  • CRT mampu menampilkan material atau suatu hal yang tidak mampu ditampilkan secara langsung oleh penampang lainnya.
Kerugian dari penggunaan proyektor CRT:
  • Lebih berat dan cenderung tidak portable.
  • Tingkat pencahayaan yang rendah. ruangan yang sesuai untuk pemakaian proyektor ini harus mempunyai pencahayaan yang tidak terlalu tinggi.
  • Adanya perpaduan warna yang kurang tepat, dikarenakan sistem yang digunakan mengakomodir proyeksi satu garis.
  • Fokus yang kurang sehingga membutuhkan aplikasi sirkuit tambahan yang canggih.
  • Membutuhkan setingan gambar yang lebih lama untuk keseluruhan gambar.
  • Membutuhkan syncronized yang akan menyita konsentrasi kita, terlebih belum memadainya fitur–fitur yang ada.

Jauh sebelum adanya proyektor film yang saat ini digunakan, terdapat proyektor kuno, atau lebih dikenal dengan nama “magic lantern”, yang dibuat oleh Jesuit Athanasius Kircher pada tahun 1671. Kircher menggunakan kaca yang digambar, yang diletakkan pada sebuah lampu minyak untuk diproyeksikan pada suatu layar. Proyektor ini hanya menghasilkan satu gambar diam.
Konsep awal dari proyektor film modern adalah ide tentang film atau gambar bergerak yang dapat diciptakan pada suatu layar, lalu kekuatan daya lihat mata manusia yang bisa bertahan untuk melihat gambar film sekitar 1-20 detik. Oleh karena itu, diciptakanlah alat optik yang bisa mengubah gambar bergerak menjadi gambar diam agar orang bisa berkonsentrasi melihat gambar pada film yang sedang diputar. Alat yang dinamakan Zoetrope tersebut ditemukan pada tahun 1834 oleh William George Horner. Zoetrope terdiri dari suatu kertas yang berisi rangkaian gambar-gambar yang diletakkan di dalam sebuah drum. Drum yang memiliki celah-celah kecil tersebut dapat menampilkan gambar dengan cara memutarnya.
Ada pula alat optik sederhana yang bernama praxinoscope, yang fungsinya hampir sama dengan Zoetrope. Alat ini merupakan sebuah drum dengan kaca di tengahnya, sehingga kita bisa melihat gambar film dari bagian atas drum. Gambar yang sama bisa terus dilihat karena terus berputar secara berulang.
Penemuan proyektor film lainnya adalah kinetoscope yang diciptakan oleh Thomas Edison pada tahun 1891. Alat ini menggunakan mesin untuk memutar bagian-bagian gambar dengan menyorotkan cahaya ke layar. Sejak itulah proyektor film mulai banyak dikembangkan.

Proyektor Casio XJ-S46 mempunyai kemampuan yang maksimal dalam melakukan presentasi. Proyektor ini mampu menampilkan hasil yang maksimal dengan kualitas image yang baik, entah itu di ruangan dengan intensitas cahaya rendah/sedang maupun di ruangan dengan intensitas cahaya tinggi. Ditambah lagi dengan kemampuan melakukan presentasi data tanpa perlu melakukan koneksi dengan komputer.

Proyektor XJ-S41 mempunyai kemampuan yang hampir serupa dengan proyektor Casio XJ-S31. Proyektor ini mampu menampilkan hasil proyeksi yang cukup baik dan berkualitas, meskipun digunakan pada ruangan dengan intensitas cahaya tinggi. Hal ini tidak lepas dari brightness rate yang cukup tinggi, mencapai 2500 ANSI lumens, yang diterapkan pada proyektor ini. Disainnya yang super tipis juga memudahkan kita dalam mengemasnya, sehingga dapat dibawa kemana saja dengan mudah.

Proyektor Casio XJ-S36 adalah sebuah proyektor yang sangat tipis, dengan kemampuan untuk melakukan presentasi tanpa menggunakan komputer. Hasil proyeksi yang dmampu dilakukan oleh proyektor Casio XJ-S36 ini cukup terang dengan dukungan 2000 ANSI lumens. Selain itu Casio XJ-S36 ini juga dilengkapi dengan koneksi USB, yang memungkinkan kita menghubungkannya dengan USB stick memory, scientific calculator, bahkan dengan sistim kamera pada Casio YC-430.

Pada umumnya proyektor digunakan pada ruangan yang memiliki intensitas yang rendah untuk mendapatkan tampilan yang lebih baik. Jika digunakan pada ruangan dengan intensitas cahaya yang tinggi, maka gambar yang dihasilkan tidak terlihat dengan jelas. Namun hal ini tidak berlaku pada proyektor Casio XJ-S31. proyektor XJ-S31 ini mampu digunakan pada ruangan dengan intensitas cahaya tinggi tanpa mengurangi kualitas gambar yang dihasilkan. Hal ini merupakan keunggulan tersendiri yang ada pada proyektor ini.

Proyektor opaque, lebih dikenal dengan nama epeidiaskop atau episkop, merupakan jenis proyektor overhead terdahulu, sebelum berkembangnya proyektor overhead moderen yang ada sekarang.
Proyektor ini menampilkan gambar dari materi-materi yang buram, dan tak tembus cahaya seperti kaca, prisma, ataupun lensa gambar, yang disinari oleh cahaya terang dari atas menuju layar. Selain itu, proyektor opaque juga membutuhkan cahaya lampu yang lebih terang serta lensa yang ukurannya lebih besar.
Biasanya, proyekor ini digunakan untuk memproyeksikan gambar dari sumber sederhana seperti halaman buku, disain gambar, dan lembaran-lembaran bergambar lainnya. Selain itu, proyektor ini juga digunakan oleh seniman atau pelukis yang ingin memperbesar gambar pada kanvasnya, atau bila kita ingin memperbesar gambar foto pada suatu permukaan atau layar.

Handheld projector adalah proyektor yang terdapat pada alat-alat elektronik dan komunikasi lainnya seperti PDA, telepon selular, dan kamera digital. Proyektor jenis ini diaplikasikan pada alat-alat tersebut untuk memunculkan tampilan pada layar dengan kapasitas yang cukup banyak. Kita bisa lihat gambar-gambar berwarna yang dihasilkan oleh proyektor di dalam alat tersebut.
Proyektor ini tentu saja tidak seperti proyektor pada umumnya. Proyektor jenis ini biasanya berukuran kecil dan terpasang di dalam dan bekerja dengan memantulkan sinar untuk menghasilkan gambar di layar alat tersebut.
Saat ini handheld projector telah menjadi prototip baru yang potensial dan serbaguna. Secara teknis, proyektor ini mendeteksi pergerakan suatu alat untuk memproyeksikan gambarnya secara stabil pada permukaan tampilan atau layarnya. Proyektor ini menggunakan teknik laser untuk memantulkan cahaya.
Selain PDA, telepon selular, dan kamera digital, proyektor mini ini juga diaplikasikan pada laptop. Bahkan teknologi ini akan segera diimplementasikan pada game pocket yang tentunya sangat ditunggu oleh gamers.

Proyektor DLP adalah proyektor yang menggunakan teknologi cahaya digital untuk menghasilkan sebuah gambar pada layar. Proyektor DLP diperkenalkan pertama kali pada tahun 1987 oleh Dr. Larry Hornbeck dari sebuah perusahaan bernama Texas Instruments.
Gambar yang diciptakan melalui proyektor DLP ini menggunakan beberapa kaca kecil yang diletakkan di atas chip semikonduktor yang bernama Digital Micromirror Device (DMD), di mana tiap-tiap kaca mewakilkan satu pixel atau lebih pada gambar yang diproyeksikan. Jumlah kaca sama dengan resolusi gambar yang diproyeksikan seperti pada ukuran umum DMD yaitu 800x600, 1024x768, 1280x720, dan 1920x1080. Lalu kaca-kaca tersebut dapat diubah posisinya dengan cepat untuk merefleksikan cahaya melalui lensa.
Untuk menciptakan gambar berwarna, proyektor DLP memiliki 2 metode yaitu:
a)      Chip Tunggal
Proyektor dengan chip tunggal menghasilkan warna pada gambar yang diproyeksikan melalui sebuah roda warna yang berputar di antara lampu dan DMD. Roda warna tersebut terbagi dalam 4 warna utama yaitu merah, hijau, dan biru, serta sebuah bagian yang jernih untuk menambah keterangan.
Proyektor DLP dapat menghasilkan efek pelangi dari warna merah, hijau, dan biru. Efek pelangi akan muncul ketika memproyeksikan gambar berwarna terang pada dasar layar berwarna hitam/gelap.
b)      3-Chip
Proyektor DLP yang menggunakan 3 chip menghasilkan gambar berwarna melalui sebuah prisma yang memisahkan cahaya dari lampu, di mana setiap cahaya dari warna-warna utama (merah, hijau, biru) akan bergerak menuju chip DMDnya masing-masing. Kemudian warna-warna ini dikombinasikan dahulu sebelum menuju lensa. Proyektor DLP dengan 3 chip ini bisa menghasilkan gradasi warna yang lebih halus dibandingkan dengan proyektor 1 chip/chip tunggal. Hal tersebut dikarenakan setiap warna memiliki waktu lebih lama untuk pengaturannya di dalam setiap layar video.
Perbedaan lainnya dengan proyektor chip tunggal adalah, proyektor ini tidak akan menghasilkan efek pelangi. Proyektor 3 chip ini biasa digunakan di bioskop-bioskop dan dapat menghasilkan sekitar 35 trilyun warna.

Proyektor LCD pada dasarnya menggunakan mekanisme kerja dengan memancarkan sinar bertenaga besar menembus chip LCD transparan yang terbentuk dari pixel tersendiri (dimana pixel ini menampilkan gambar video yang bergerak) dan juga memproyeksikan melalui lensa ke layar besar.
Sinar yang bertenaga besar ini dikenal sebagai Metal Halide Lamps. Sinar lampu ini digunakan dalam proyektor LCD karena mempunyai temperatur warna yang cocok dan spektrum warna yang luas. Bukan hanya itu, lampu ini juga mampu menghadirkan pancaran sinar cahaya yang begitu banyak, dengan pancaran sinar yang fokus.
Dengan kata lain proyektor LCD juga dapat diartikan sebagai proyektor yang menggunakan teknologi LCD. Proyektor LCD adalah salah satu teknologi proyektor yang berkategori modern, selain dari DLP (Digital Light Processing) dan LCOS (Liquid Crystal On Silicon). Dalam kesehariannya proyektor LCD lebih sering digunakan sebagai penampung dari berbagai tipe proyektor komputer, dengan tanpa mempedulikan berbagai teknologi yang digunakan.

Perkembangan  kehadiran tekhnologi proyektor LCD
Pada awalnya kehadiran tekhnologi LCD digunakan sebagai aplikasi tambahan yang dipadukan dengan proyektor. Sistem LCD ini tidak dilengkapi dengan kemampuan untuk menghadirkan sumber cahaya secara mandiri, terbuat berupa piringan besar dan terletak di atas proyektor yang menempati ruangan transparan.
Namun lambat laun sistematis dari LCD ini berubah menjadi lebih mandiri, seiring dengan kemunduran komputer sebagai media proyeksi. Media proyeksi menjadi luas dan tidak terpaku lagi pada penggunaan komputer.
Tekhnologi dari proyektor berbasis sistem LCD terus berkembang dengan pesat, terlebih belakangan ini penggunaan proyektor sebagai media hiburan semakin digemari. Dunia hiburan menjadi semakin semarak dengan kehadiran tekhnologi LCD yang mampu menghadirkan sensasi warna yang menggairahkan dari pada tekhnologi lainnya.
Perkembangan terbaru dari teknologi proyektor LCD adalah LG 100 inch LCD TV, dimana konsep yang dikembangkan berasal dari tekhnologi proyektor LCD. Sedangkan untuk perkembangan terakhir tekhnologi proyektor LCD yang dilansir oleh beberapa pihak adalah penggunaan oleh para penghobi untuk sistem proyek Do It Yourself  mereka. Dasar tekhnik yang mereka gunakan adalah mengkombinasikan high CRI HID lamp dengan ballast condenser dan collector freshnel (sebuah penemuan lensa yang berbeda dari pada lensa konvensional).       

Kelebihan mekanisme proyeksi dari LCD
Mekanisme yang jelas terjadi pada proyektor LCD pada dasarnya merupakan peranan mayoritas dari pancaran Metal Halide Lamp yang begitu signifikan. Pancaran sinar ini mampu memproyeksikan aneka gambar ke berbagai permukaan rata yang diinginkan.
Terlebih karena jasa dari Metal Halide Lamp, proyektor jenis ini mampu menempatkan penampilan proyektor LCD menjadi lebih mudah dibawa atau lebih portable dari pada tekhnologi proyeksi lainnya.
Penting untuk dipahami proyektor akan lebih sempurna menampilkan kualitas gambar terbaik dengan menggunakan alas tampilan berwarna putih atau permukaan yang berkarakter warna abu–abu. Warna putih lebih cocok untuk menampilkan warna yang bersifat natural. Sedangkan warna dasar permukaan berkarakter abu–abu lebih sering digunakan para presenter, untuk mengakomodasi ketajaman warna yang diperlukan. Hal ini sesuai dengan kemampuan LCD yang begitu signifikan dalam menampilkan warna.
Kelebihan yang nyata dari proyektor LCD adalah penggunaan kapasitas tenaga listrik yang lebih hemat dari pada proyektor lainnya. Terlebih lagi bila dibandingkan dari segi harganya, maka proyektor ini lebih unggul karena harga yang lebih murah dan bersaing dari pada proyektor lainnya.

Beberapa keterbatasan dari proyektor LCD
Meskipun apa yang coba dihadirkan oleh proyektor LCD mempunyai banyak kelebihan, akan tetapi ada beberapa keterbatasan yang mengurangi peforma dari proyektor LCD. Diantara beberapa keterbatasan ini, umumnya merupakan tampilan proyektor LCD yang memerlukan sedikit penyempurnaan.
Namun begitu, keterbatasan yang coba dikemukakan disini tidaklah bermaksud menjustifikasi bahwa keterbatasan ini tidak mampu disempurnakan oleh tekhnologi proyektor LCD dikemudian hari. Beberaoa keterbatasan tersebut diantaranya adalah:
  • Keterbatasan yang sering kali nampak dari proyektor LCD adalah apa yang dinamakan “the screen door effect”. Dikarenakan apa yang ditampilkan dari mekanisme LCD merupakan individual pixels, maka akan ada kemungkinan pixels tersebut nampak pada layar besar melalui apa yang disebut “screen door”.
  • Tipe proyektor business LCD tidak mampu memberikan peforma yang cukup, bila digunakan sebagai setingan home theater. Gambaran yang ditampilkan terlihat kasar dengan struktur keterangan dan kekontrasan yang tidak seimbang.
  • Kendala utama dari proyektor LCD adalah masalah titik hitam atau putih yang hadir pada tampilan gambar. Dikarenakan chip LCD berbasis individual pixels, maka tampilan titik yang terbakar akan nampak pada layar tampilan. Masalah ini menjadi problematika tersendiri dikarenakan individual pixels tidak dapat digantikan secara terpisah, dimana bila ingin memperbaikinya diharuskan mengganti keseluruhan chip.
  • Disebabkan chip LCD mempunyai kapasitas pixels yang terbatas, sinyal resolusi yang masuk haruslah diskalakan agar sesuai dengan kapasitas pixels yang tersedia didalam chipspixels untuk dapat memberikan tampilan. Sedangkan chips yang ada hanya menyediakan kapasitas sebesar 1024x768, sehingga HDTV asal harus diskalakan kepada 1024x768 kapasitas pixels. Disinilah keterbatasan dari proyektor LCD, semakin dibenamkan oleh kemampuan CRT yang lebih tidak tergantung akan resolusi yang ada. LCD. Dimana sebagai contoh, HDTV memasukan format 1080i dengan kebutuhan tampilan bawaan sebesar 1920x1080

Proyektor slide adalah sebuah peralatan yang bekerja secara opto mekanik (opto-mechanical device). Sedangkan arti dari mekanisme opto ini sendiri merupakan penampilan gambar yang terefleksikan dari perubahan datangnya cahaya.
Proyektor slide bergantung pada empat hal yang utama, yaitu cahaya lampu yang berasal dari kipas elektrik pendingin atau sumber cahaya lainnya, reflektor dan kondensitas lensa yang menuju slide, penyanggah untuk slide dan sebuah fokus lensa. Penampang penghubung antara lensa kondensitas dan slide biasanya berbentuk rata, serta mampu menyerap panas.
Proyektor slide memang kehadirannya mampu memberikan solusi dari pada kemudahan dan keinginan akan sebuah presentasi yang terbaik. Ada beberapa jenis proyektor slide yang telah beredar dipasaran diantaranya carousel slide projectors, dual slide projectors, single slide projectors, viewer slide projectors, slide cube projectors, dan stereo slide projectors.

Proyektor jenis ini merupakan proyektor film yang umum digunakan diberbagai kalangan dalam menampilkan slideshows. Rangkaian film yang memegang dan mengatur film berbentuk lingkaran, dimana biasanya berisikan film berukuran 20mm, 36mm, 80mm, atau 140mm. Namun untuk film yang paling umum digunakan pada proyektor ini berukuran 35mm.
Dalam setiap rangkaian yang ada ini terpasang dengan slide terbalik guna menampilkan gambar yang benar atau tidak terbalik. Didalam mekanisme proyektor ini terdapat stepper motor  yang berfungsi untuk menggerakan rangkaian film yang ada. Stepper motor ini bertujuan mendorong rangkaian film yang sudah ditampilkan dan tergantikan dengan slide film selanjutnya. Dimana slide film selanjutnya ini terdorong oleh stepper motor kedalam zona pancaran lensa.

Proyektor slide cube merupakan tipe proyektor slide yang hadir dengan sistem tersendiri. Sistem slide cube pertama kali nampak pada sekitar tahun 1980an, yang merupakan hasil inovasi dari Bell & Howell. Nama slide cube sistem ini sendiri berasal dari slide plastik kubus yang tersimpan didalam sistem.
Kubus ini berukuran 5.5 cm untuk tiap dimensinya, dimana ukuran ini sedikit lebih besar dari slide pada umumnya. Kubus ini mampu memuat sekitar 36 hingga 44 tampilan slide, dimana kapasitasnya tergantung pada tebal slide yang ada. Tidak seperti rangkaian pada proyektor carousel, kubus ini tidak terpisah dan bertumpuk antara satu dengan yang lainnya.
Mekanisme dari mesin ini bergantung pada jatuhnya slide dari kubus yang terisi kedalam piringan bundar yang tersedia. Piringan ini berbentuk tipis dari pada slide dan piringan ini hanya mampu menerima satu slide untuk dihantarkan kedepan, untuk selanjutnya menemui tahap sebelum ditampilkan, lalu menuju bidang proyeksi, dan terakhir kembali kepada kubus yang telah terpakai dan berputar ke dalam jalur selesai proyeksi.
Proyektor ini terkenal dan sangat digemari ketika harga kubus lebih murah dari tipe carousel. Bukan hanya harga, proyektor carousel juga dikalahkan dari segi kepadatan penyimpanan film slide, dimana dalam 16 sampai 20 kubus dapat menyimpan hingga 640 slide, dan jauh tidak sebanding dengan proyeksi carousel yang hanya mampu menampung 140 slide. Selain itu lebih mudah mengedit film dengan menggunakan proyektor slide cube dari pada proyektor carousel.
Namun dalam perkembangannya, proyektor slide cube menemui banyak kesulitan dalam beberapa hal dan akhirnya tergantikan oleh tekhnologi yang telah berkembang. Diantara hal–hal  penghambat pada proyektor slide cube adalah tidak mampunya memuat slide yang lebih banyak dari pada satu buah slide. Kelemahan mendasar pada kekuatan kubus itu sendiri, serta sistem yang terus berkembang memaksa sistem slide cube terpojokan dan sudah tidak lagi realistis untuk dikembangkan.

Proyektor film adalah alat yang memproyeksikan suatu film dengan sorotan cahaya ke layar sehingga kita bisa menontonnya. Alat ini diciptakan dan dikembangkan karena adanya kebutuhan masyarakat akan hiburan serta film layar lebar yang merupakan bagian dari budaya modern.
Dalam mekanisme kerjanya, proyektor film dituntut untuk dapat memproyeksikan gambar film ke layar lebar, meningkatkan kualitas gambar, dan audio yang jernih. Oleh karena itu, diperlukan elemen-elemen penting sebagai berikut yang akan menuntun kita kepada penampilan gambar pada movie proyektor:
  • Sumber cahaya (Light Source)
Dalam proyektor film, sumber cahaya yang dibutuhkan merupakan cahaya lampu pijar yang sangat terang, yang akan menyorotkan gambar film ke layar.
  • Lensa kondensor dan pemantul cahaya
Lengkungan pemantul cahaya akan mengarahkan cahaya ke arah sebaliknya menuju lensa kondensor. Lalu, cahaya itu akan diarahkan menuju film gate.
  • Film gate and single image
Film gate and single image adalah pemposisian satu gambar (image) ke dalam bidang datar yang disebut gerbang (gate). Gerbang ini kemudian akan menampilkan gambar yang cukup cepat ke layar penampang, secara berkesinambungan.
  • Shutter
Banyak orang salah menduga tentang mekanisme yang berjalan di balik proyektor. Proyektor bukanlah mengganti gambar yang ada ditampilan dengan cara menarik gambar yang baru ke arah sumber cahaya proyektor. Melainkan dengan cara melewati rol film yang ada didepan cahaya proyektor. Dimana kemudian shutter menjaga proyeksi yang datang tetap pada urutannya. Hal inilah yang kemudian memanipulasi otak manusia dimana otak mempercayai bahwa benda itu bergerak bukannya berganti.
  • Lensa dan bidang kamera (Imaging lens and aperture plate)
Lensa menampilkan gambar yang diinginkan kepada layar gambar. Penggunaan lensa yang berbeda akan menampilkan berbagai rasio penampilan yang berbeda pula. Umumnya setiap lensa penggambar letaknya dekat dengan bidang kamera atau lebih dikenal sebagai lubang mata dari kamera.  
  • Layar gambar (Viewing scene)
Layar gambar ini dapat terbentuk dari aluminium yang mampu memberikan tampilan yang lebih terang. Layar gambar juga dapat terbentuk dari layar putih yang berisikan lubang kaca kecil. Pada layar cinema komersial, layar mereka juga mempunyai lubang–

Proyektor diperlukan oleh berbagai kalangan untuk berbagai keperluan. Mulai dari kalangan pendidikan hingga pemerintahan memerlukan proyektor untuk menunjang kegiatannya. Hal ini sesuai dengan fungsi proyektor itu sendiri, yang terutama digunakan untuk mempermudah presentasi suatu hal kepada audience.
Banyaknya bidang yang menggunakan proyektor membuat perputaran proyektor di pasar dunia terus meningkat. Saat ini sudah banyak proyektor yang diperdagangkan di pasar dunia, baik melalui pasar nyata maupun maya (e-commerce). Proyektor yang diperdagangkan tersebut terdiri dari berbagai tipe. Hal ini disesuaikan dengan keperluan konsumennya. Ada proyektor yang dibuat untuk bidang pendidikan, bidang pemerintahan, bidang usaha, hingga proyektor yang digunakan sebagai media hiburan.
Berdasarkan hal tersebut, proyektor dapat dikelompokkan dalam beberapa jenis. Secara garis besar, pengelompokan proyektor yang ada di pasar dunia adalah:
  • Transparency Projectors
  • Video Projectors
  • Handheld projectors
  • Opaque Projectors